Eka Supria Atmaja Putera Asli Bekasi, Rintis Politik dari Kepala Desa Hingga Jadi Bupati Bekasi

Kefaspelita
Bupati bekasi eka supria atmaja menerima donasi 2000 masker kain non medis

 .

PELITANUSANTARA.COM, BEKASI – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninggal dunia pada, Minggu (11/7/2021) sekira pukul 21.30 WIB.

Pria berusia 48 tahun ini merupakan putera daerah asli Kampung Lemah Abang, Kabupaten Bekasi.

Bang Eka sapaan akrabnya, lahir di Kabupaten Bekasi, 9 Februari 1973 dari pasangan H Ojoy Djarkasih dan Hj Enjuh Juhriah.

Eka memiliki istri bernama Holilah dan dikaruniai tiga orang anak diantaranya Nikita Oriza, Jelena Jatussalwa dan Reziy Ahmad Syaikhu.

Lulusan sarjana Universitas Borobudur ini memulai karir politik dari bawah, ia tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara periode 2001 – 20013.

Sukses menjadi kepala desa, Bang Eka terus menjajaki kiprah politik dengan aktif di Partai Golkar dan sukses mengantarkannya duduk di kursi wakil rakyat DPRD Kabupaten Bekasi.

Tidak sampai di situ, selama masa baktinya di parlemen, Bang Eka juga sempat menjadi pimpinan dewan periode 2014 – 2016.

Karir politik pria yang bermukim di Kampung Lemah Abang ini terus menanjak, Bupati petahan periode 2012 – 2017 Neneng Hasanah Yanis menggandengnya untuk maju di Pilkada 2017.

Pasangan Neneng dan Eka sukses meraih suara terbanyak, unggul dari empat pasangan calon lain termasuk musisi Ahmad Dani yang maju sebagai calon Wakil Bupati mendampingi Saaduddin.

Pada 15 Oktober 2018, Neneng ditetapkan sebagai tersangka kasus suap megaproyek Meikarta. Bupati perempuan itu ditangkap KPK setelah terbukti menerima suap Rp10 miliar rupiah.

Mujur bagi Bang Eka, ia kemudian naik tahta menjadi Bupati Bekasi definitif menggantikan Neneng setelah inkrah sidang kasus suap tersebut pada 2019.

Di bawah kepemimpinan Eka, Pemerintah Kabupaten Bekasi berusaha merubah citra dengan slogan Bekasi Bersih.

Berbagai program pembangunan dilaksanakan, seperti misalnya merampungkan proyek Jembatan Tegal Danas hingga revitalisasi dan pembangunan Meseum Bekasi Gedung Juang Tambun.

Pria penyuka Vespa ini tutup usia akibat positif Covid-19, dia sebelumnya dirawat intensif di Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua Tangerang.

Kepala Sub Bagian Komunikasi Pimpinan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi Ramdhan Nurul Ikhsan mengatakan, Bupati Bekasi meninggal pada Minggu (11/7/2021) pukul 21.30 WIB.

“Betul, (sakit) Covid-19,” kata Ramdhan saat dikonfirmasi.

Eka dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 sejak, Kamis (1/7/2021) melalui swab PCR yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Kondisi kesehatannya makin menurun, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menyebutkan Bupati Eka memiliki komorbid.

Ia selanjutnya mulai menjalani perawatan di RS Siloam Kelapa Dua Tangerang, sejak Minggu (4/7/2021), namun takdir berkata lain, Bang Eka tutup usia setelah berjuang melawan Covid-19.

Sempat dirawat intensif

Kabar duka datang dari Bupati Eka Supria Atmaja, orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini meninggal dunia setelah sebelumnya dirawat intensif akibat positif Covid-19.

Kepala Sub Bagian Komunikasi Pimpinan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi Ramdhan Nurul Ikhsan mengatakan, Bupati Bekasi meninggal pada Minggu (11/7/2021) pukul 21.30 WIB.

“Betul, (sakit) Covid-19,” kata Ramdhan saat dikonfirmasi.

Hal yang sama juga dikatakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi dr. Alamsyah, Bupati Bekasi tutup usia setelah menjalami perawatan intensif di rumah sakit akibat Covid-19.

“Betul (Bupati Eka meninggal dunia),” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Eka menjalani perawatan intesif di ICU usai terkonfirmasi positif Covid-19.

Pria yang akrab disapa Bang Eka ini diketahui memiliki komorbid.

Eka Supria Atmaja diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 usai menjalani tes swab PCR pada, Kamis (1/7/2021).

Ia kemudian mulai menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Siloam Kelapa Dua Tangerang, sejak Minggu (4/7/2021). (*)