SLEMAN-PN NEWS, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menerima uba rampe (perlengkapan) labuhan Merapi dari utusan Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan kemudian menyerahkannya kepada juru kunci Merapi Wedana Suraksohargo Asihono.
Serah terima uba rampe labuhan Merapi dilaksanakan, Selasa (21/1/2023), bertempat di kantor Kapanewon Cangkringan-Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Labuhan Merapi merupakan tradisi yang rutin diadakan setiap tahun, dalam rangka memperingati tingalan jumenengan Ndalem atau ulang tahun kenaikan tahta Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai Raja Keraton Yogyakarta.
Adapun uba rampe tersebut terdiri dari Sinjang Kawung Kemplang, Semekan Gadhung, Semekan Gadhung Mlati, Kampuh Paleng, Destar Daramuluk, Destar Udaraga dan Arta Tindhih dan lainnya.
Uba rampe tersebut selanjutnya dibawa ke petilasan Mbah Maridjan yang berada di Kalurahan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, dan akan dibawa ke Sri Manganti yang berada di gunung Merapi untuk prosesi labuhan pada Rabu (22/1) dini hari besok.
Dalam sambutannya, Kustini menyatakan, pelaksanaan tradisi labuhan Merapi ini, tidak hanya sekadar tradisi, menurutnya labuhan Merapi ini juga sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia yang telah diberikan.
Acara ini juga menunjukkan sikap gotong royong, guyub rukun, dan golong gilig di masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Sleman, ungkapnya.
Lebih lanjut Kustini Sri Purnomo juga merasa bangga dengan antusiasme masyarakat dalam melaksanakan kegiatan ini.
Antusiasme ini menunjukkan bahwa masih tingginya rasa handarbeni terhadap budaya dan tradisi lokal di tengah gempuran budaya asing.(Ome)
