
Pelitanusantara.com – Jakarta, 1 Juni 2021 Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI kini sedang dalam sorotan. Ini setelah lembaga yang dikomandani Prabowo Subianto itu diketahui memiliki Perusahaan Terbatas (PT). Yaitu PT Teknologi Militer Indonesia (TMI). PT tersebut dikabarkan bakal menangani pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) senilai Rp1.760 Triliun.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berencana membeli Alutsista senilai Rp1.760 triliun. Dana tersebut diambil dari pinjaman luar negeri yang nantinya bakal dicicil hingga 28 tahun. Perpres tentang pemenuhan kebutuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) itu tengah dipersiapkan.
PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) disebut menjadi salah satu perusahaan yang akan mengelola dana fantastis pengadaan proyek Alutsista. Belakangan, TMI disebut diisi oleh sejumlah kolega Prabowo di Partai Gerindra. TMI pun menjadi sorotan.

Keberadaan PT TMI tertuang melalui surat resmi bernomor B/2099/M/XI/2020 tertanggal 16 November 2020. Surat berkop Kementerian Pertahanan itu menyatakan PT TMI berada di bawah kendali Kemenhan. Surat tersebut ditandatangani Menhan Prabowo Subianto.
Informasi yang diperoleh FIN.CO.ID dari situs PT TMI: httpss://tmi-id.com/web, kantornya beralamat di Ratu Prabu 1 Building, 1st Floor Jl. Letjen T.B. Simatupang Kav. 20, Cilandak, Jakarta Selatan.

Perusahaan baru tersebut dipimpin oleh Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan. Posisinya adalah Chairman. Sedangkan Presiden dan CEO PT TMI dijabat oleh Ir Harsusanto.
Siapakah Glenny Kairupan? Pria kelahiran Manado, 11 Februari 1949 tersebut adalah sahabat Menhan Prabowo Subianto. Keduanya sudah akrab sejak lama.
Glenny masuk Akabri tahun 1970. Dia satu angkatan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto.
Namun, SBY dan Glenny yang lulus lebih dulu pada 1973. Sementara Prabowo menyusul di tahun berikutnya. Yaitu 1974.
Sementara itu, posisi Presiden dan CEO PT TMI dijabat Ir Harsusanto. Siapa dia? Menurut informasi, Harsusanto pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Barata Indonesia, dan Direktur Utama PT PAL Indonesia.
Karirnya lebih banyak di bidang industri pertahanan negara dan pengembangan teknologi. Salah satunya di IPTN Bandung. Harsusanto juga pernah dipercaya sebagai Ketua Umum IPERINDO (Asosiasi Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai). (pst.harts/fin)
