BANTUL,Sektor ekonomi kreatif di Indonesia pasca covid -19, kini berkembang sangat pesat, juga mengalami perubahan drastis dengan meninggalkan pasar konvensional, masuk ke ekosistem baru era digitalisasi yang memberikan lebih banyak peluang dari sebelumnya.
Koperasi dan para pelaku usaha yang sudah naik kelas diharapkan mampu menjadi Aggregator bisnis ke depannya, dan bisa mengambil peran membantu pemerintah dalam peningkatan, pemulihan dan percepatan ekonomi pasca pandemi.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DISKOPUKM) DIY Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A, saat melakukan kunjungan ke dua perusahaan UKM pelaku pasar ekspor , anggota Forum Mebel Kerajinan dan Seni (FORMERKERS INDONESIA) di Bangunjiwo , Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, senin (31/10/2022).
Sekarang ini kita bersama Formekers punya komitmen bersama untuk ikut mensejahterakan atau ikut berkolaborasi dengan menjadi mitra Pemda DIY, dengan melakukan pendampingan UMKM dari hulu sampai hilir, ujar Kepala Dinas dan UMKM DIY.
Srie Nurkyatsiwi , menerangkan bahwa anggota Formekers adalah praktisi dan menjadi forum tempat bergabungnya para pelaku usaha eksportir, sementara Pemda DIY bergerak di ranah regulasi dan ini bisa saling mengisi dengan program- program yang sesuai kebutuhan para pelaku usaha.
Kami dari Pemda DIY juga butuh masukan agar program kegiatan, sasaran dan waktunya bisa disesuaikan karena saya yakin Formekers bisa saling mengisi dengan pemda DIY, jadi program yang nantinya direncanakan bisa match atau nyambung bahkan formekers juga bisa jadi agregatornya, ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kadis Koperasi dan UKM , menjelaskan tentang program unggulan dalam pembinaan dan pengembangan koperasi dan UKM DIY yaitu SiBakul Jogja ( Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta ) yang merupakan bentuk digitalisasi model Pembinaan Sirkular DISKOP UKM DIY, bagi pelaku Koperasi dan UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta.
CV. Tashinda Putra Prima,Tamantirto, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, adalah produsen kerajinan home decoration berbahan serat alam seperti pelapah pisang, eceng gondok dan bambu menjadi sasaran kunjungan pertama Kadiskopukm DIY.
Turut hadir dalam rombongan tersebut Wisnu Harmawan, S.P.,MT, Kabid Layanan kewirausahaan Koperasi dan UKM, Ratna Listiyani, S.Si Kasi Layanan Kewirausahaan Baru Koperasi dan UKM, Diskopukm DIY, Ketua Formekers Indonesia Johni Sahlan, Sekretaris Deddy Effendi, Koordinator Bidang Kreatif Koperasi Formekers Kriya Utama Itock Vandiera, Ketua Bidang Bisnis, Sofian Tahir dan anggota Bidang Bisnis Koperasi Formekers Kriya Utama, Ucok Silalahi.
Sedangkan kunjungan kedua, di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan furniture daur ulang dari drum bekas, CV. T Vintage And Recycled Metal Art and Craft Dusun Bibis, Desa Bangunjiwo, Bantul, Yogyakarta.
Kedua perusahaan tersebut selain sebagai eksportir, dan anggota FORMEKERS Indonesia mereka juga merupakan anggota Koperasi Pemasaran Formekers Kriya Utama. (Ome)
