PMII Trenggalek Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi

Kefaspelita
IMG 20220913 WA0306

TRENGGALEK – Aksi menarik ditunjukkan mahasiswa PMII dengan mendorong sepeda motornya bergerak dari Taman Agro di Jalan Sukarno – Hatta bergerak ke arah utara di Jalan Panglima Sudirman. Lalu menyusuri Aloon-alon hingga berhenti di halaman Gedung DPRD Kabupaten Trenggalek, Selasa 13/9/2022.

Tak tanggung-tanggung aksi penolakan kenaikan BBM bersubsidi dari PMMI kali ini langsung ditemui Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, H Samsul Anam dan Wakil Ketuanya, Doding Rahmadi (F-PDIP), Agus Cahyono (F-PKS), dan Arik Sri Wahyuni (F-Golkar).

Saat orasi, Abdul Fatah, Ketua Koordinator Aksi dari PMII menyampaikan keprihatinannya dihadapan petinggi wakil rakyat Trenggalek atas kebijakan pemerintah yang menaikkan BBM bersubsidi secara sepihak.

“Masyarakat sudah resah dengan kondisi saat ini. Belum lama merasakan susahnya menjalani hidup di masa Covid-19, kini kembali ditambah naikknya BBM bersubsidi,”teriaknya lantang.

Dikatakan Abdul Fatah melalui panggung orasinya, potret kesengsaraan rakyat dengan kenaikan BBM berkaitan dengan ikut naiknya biaya produksi barang sehingga harga barang tentunya mengalami kenaikan.

“Tidak peduli masyarakat petani, nelayan, buruh dan pedagang, sudah tentu menerima dampak kenaikan ini,”terangnya.

Maka itu, masih disampaikan Dia, kepada para wakil rakyat yang diwakili unsur pimpinan DPRD Kabupaten Trenggalek, pihaknya meminta beberapa tuntutan kepada pemerintah melalui lembaga wakil rakyat.

“Yang pertama tuntutan kami adalah tolak kenaikan BBM bersubsidi karena menambah kesengsaraan rakyat khususnya masyarakat Trenggalek,”ujarnya.

Massa aksi langsung menyambut dengan teriakan ‘betul’,,,’tolak’,,hingga gemuruh suara mengema di seputaran halaman kantor dewan.

“Yang kedua pemerintah harus berani mengatur penyaluran BBM bersubsidi dengan tepat dan mudah sehingga tepat sasaran,”lanjutnya.

Sedangkan tuntutan pada poin ketiga mendorong DPRD Kabupaten Trenggalek segera membentuk panitia khusus (panitia khusus) yang bertugas mengawasi aliran bantuan sosial dan bantuan lain yang tidak tepat sasaran.

“Apakah Bansos, BLT, BSU dan bantuan lain yang tidak tepat sasaran,”tegasnya.

Dimana tuntutan yang keempat dari PMII Trenggalek adalah dewan wajib menjamin ketersediaan pupuk bagi petani dimana saat ini pupuk juga mengalami kelangkaan.

“Sedangkan tuntutan Kami yang kelima dewan dan pemerintah harus menjamin kelangsungan hidup masyarakat dalam menjalankan aktifitas perekonomian dan hidup dengan layak,”tandasnya.

Ditegaskan Fatah, nasib buruk dialami petani Porang yang kemudian tidak ada dukungan pemerintah saat harga porang terjun bebas.

Sementara itu dari Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, H Samsul Anam menyambut dengan antusiasme dan merespon secara baik atas kedatangan elemen PMII yang disebutnya sebagai punya kepekaan sosial serta situasi tinggi.

“Saya melihat Indonesia sudah berumur 77 tahun. Dan menuju ke satu abad kurang 23 tahun lagi. Bila adik-adik ini sekarang berusia 19 tahun, maka tak bisa dipungkiri pasti kelak akan menjadi pemimpin di negeri ini. Untuk itu  saya berdoa semoga kaliyan nanti akan lahir sebagai pemimpin yang amanah, aspiratif serta tetapnpeka terhadap kondisi rakyat yang dipimpinnya,” ucap Samsul yang langsung diamini mahasiswa pendemo.

Samsul juga berjanji akan meneruskan tuntutan PMII tersebut kepada fraksi yang ada di lembaga DPRD propinsi dan DPR RI.

“Kami akan teruskan aspirasi kalian semua ke fraksi PKB di DPR propinsi dan pusat,”lugasnya.

Senada dengan Samsul Anam, Wakil Ketua DPRD asal Golkar Arik Sri Wahyuni meminta aspirasi ini agar terus dikawal bersama hingga mendoakan untuk tercapainya cita-cita mahasiswa dan rakyat Indonesia menuju adil dan makmur.

“Harapan adik – adik adalah harapan kita semua,”sambutnya.

Sedangkan dari Agus Cahyono, Wakil Ketua asal PKS mengutarakan keprihatinannya terhadap kondisi terkini dan secara tegas menolak adanya kenaikan BBM Bersubsidi.

“Secara pribadi, fraksi dan partai kami menolak dan kami akan terus berpihak kepada rakyat,”lugasnya.

Persoalan Bansos, Agus meminta kepada mahasiswa yang mendapati penyelewengan bantuan agar segera dilaporkan ke kantor dewan.

“Kami akan tindaklanjuti siapapun atau lembaga manapun yang mencoba mencurangi bantuan,”tandas Agus.

Terakhir, Doding Rahmadi  ,Wakil Ketua asal PDI Perjuangan menjelaskan, sekalipun dirinya merupakan partai yang saat ini berkuasa, tetapi apabila hal tersebut memang amanah dari rakyat tentunya itu menjadi tugasnya sebagai wakilnya rakyat.

“Kami akan menyampaikan aspirasi ini dan semoga kami tetap bisa membantu serta meringankan beban rakyat,”kata Doding.

Usai tuntutan yang tertuang dalam bentuk tulisan dalam map selesei dibaca oleh pendemo, akhirnya diserahkan kepada wakil rakyat yang langsung diterima ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, H Samsul Anam.

“Saya terima naskah tuntutan ini dan nanti bersama naskah tuntutan dari elemen lain akan kami kirimkan ke DPRD propinsi dan pusat serta pemerintah,” pungkas Samsul Anam.(mj pelitanusantara.com)