YOGYAKARTA – Komunitas Kopi Nusantara bekerja sama dengan Media Link, KADIN Daerah Istimewa Yogyakarta dan managemen Jogja Expo Center segera menggelar Jogja Coffee Week#2 yang akan berlangsung pada 2-6 september 2022 mendatang di Jogja Expo Center.
Agenda kegiatan tersebut akan dihadiri Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia, Rahardi Saptata Abra didampingi Ketua Bidang acara Sam Yancik kepada media saat jumpa pers, bertempat di Arjuna Hall JEC, Rabu (24/08/2022).
Panitia menargetkan kunjungan selama 5 hari pada hajatan besar kopi ini mencapai 50 ribu orang dengan perputaran uang pada kisaran (Rp. 1,5 – 2 M) atau sekitar 10 kali lipat dari jumlah kunjungan total Jogja Coffee Week #1 yang ada di angka 5 ribu pengunjung, ungkap Abra.
Target ini sangat rasional, karena berbarengan dengan gelaran Jogja Thrift Market #2 di Hall B & C JEC, jelasnya.
Sam Yancik, Ketua bidang acara menambahkan bahwa rangkaian acara Jogja Coffee Week #2 diawali dengan Kompetisi Kopi Terbaik Nusantara yang sudah terlaksana pada tanggal (15 – 17/8/2022) di Hotel Galuh, Manisrenggo.
Kontes Kopi Nusantara ini diikuti oleh perorangan maupun kelompok mulai dari individu petani/prosesor kelompok tani, koperasi tani dan perusahaan dari Aceh sampai Papua dengan jumlah peserta mencapai 239 untuk semua kategori yakni robusta, arabika proses kering dan basah, ujarnya.
Terdapat 15 peserta yang lolos masuk 15 besar setelah melalui penjurian dengan melibatkan juri bersertifikat Q Grader, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (ICCRI) yang sudah berpengalaman untuk memberikan penilaian kopi. Mereka akan di hadirkan di stand pameran Jogja Coffee Week kedua ini, untuk turut serta dalam lelang komoditas kopi di JEC, ujarnya.
Gelaran Jogja Coffee Week#2 di JEC ini diharapkan akan menjadi barometer wajah perkopian nusantara, karena pameran ini menjadi wadah pengembangan usaha kopi mulai level pelaku di hulu, tengah hingga puncaknya di sisi hilir, dan menjadi ajang perjumpaan antar pelaku dengan pasar. (Ome)
