Bandung -Jika orang umumnya menganggap selfie untuk menandai kecintaan pada diri alias narsis, maka bagi para pelukis, self-portrait menjadi ritual yang sangat personal; ia meleburkan subjek dan objek ke dalam potret diri yang dilukisnya. Namun ia pun sekaligus menjadi apresiator.

Fenomena itu dimunculkan dalam Self-portrait Art Exhibition di Galeri Sanggar Olah Seni, Babakan Siliwangi, Bandung, 17 Juli hingga 10 Agustus 2022, yang melibatkan 165 seniman Bandung – beberapa orang dari luar Bandung. Masing-masing seniman menampilkan satu karya lukisan potret diri mereka.
Pada 17 Juli lalu, pameran yang dibuka dan dihadiri ratusan seniman yang sekaligus menjadi apresiator, mereka juga membawa rekan dan membaur dengan pengunjung. Galeri Sanggar Olah Seni yang baru beberapa bulan dibangun itu menjadi riuh dengan pameran yang terbilang langka, apalagi melibatkan lebih dari 100 orang seniman.
Pada kesempatan sore (10/08/2022) awak media pelitanusantara.com dapat berbincang dengan ketua panitia sekaligus manajer Galeri SOS Toni Antonius, bahwa dirinya mengatakan “Ada orang yang mengatakan bahwa self-portrait ini pameran yang langka,” kata Toni Antonius, Rabu (10/8/2022).
Hasilnya, lukisan diri dengan beragam ukuran dipajang di Galeri SOS. Seperti tema pamerannya, lukisan yang dihadirkan umumnya berupa potret diri dengan beragam ekspresi, ada yang tampak galak seperti potret diri Isa Perkasa, ada seniman yang berpose menyerupai Bob Marley, sebagian besar menampilkan wajah secara utuh atau jelas.

Ada seniman yang hanya menampilkan sepotong wajah, sepasang mata yang mengintip di balik tirai warna hitam, wajah yang didominasi bayangan merah dan hanya memperlihatkan kacamatanya saja, sepenggal wajah, wajah penuh dan utuh dilengkapi warna-warna terang, gelap, hitam putih, bermasker, bayangan abstrak, dan sebagainya.
Bahkan ada juga juga beberapa pelukis yang menampilkan objek lain yang berkaitan dengan personalnya, misalnya benda-benda yang bagi orang lain mungkin tak penting. Toni Antonius sendiri menampilkan gambar dirinya yang dilukis dengan oil on canvas. Ia tidak menyajikan potret diri yang seutuhnya karena ada distorsi berupa bintang di tengah-tengah wajahnya, namun di dalam bintang tersebut menampilkan wajahnya lagi. Sehingga self-portrait Toni tampak ganjil.jelas Toni
Dan menurutnya bahwa Pameran ini adalah ajang silaturahmi Sesama seniman Bandung, untuk salin berkomunikasi dan saling berbagi pengalaman ujarnya kepada awak media (Doni Andrian)
