PSHT Trenggalek Tolak konvoi Brutal

IMG 20220811 WA0196

TRENGGALEK – Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Trenggalek Sigit, menegaskan terhadap seluruh anggotanya untuk tidak ikut konvoi dalam acara pengesahan warga baru PSHT di wilayah Bumi Minak Sopal.

Hal itu disampaikan olehnya saat rapat koordinasi dalam rangka kegiatan pengesahan warga baru PSHT Cabang Trenggalek tahun 2022, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Trenggalek di Gedung Bawa Rasa, Kamis (11/8/2022).

Usai rapat koordinasi, kepada awak media Sigit mengatakan pihaknya akan menindak tegas terhadap segenap  anggota warga PSHT yang melakukan konvoi. Ia juga menyampaikan, acara pengesahan warga baru PSHT tahun 2022 akan dilakukan di Lapangan Karangan, Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek pada Sabtu, 13 Agustus 2022 mendatang dan pihaknya mewanti wanti terhadap semua warga PSHT untuk tidak melakukan konvoi.

“Kita selalu berusaha untuk menciptakan keamanan dan ketertiban demi masyarakat, sebab akhir-akhir ini di media sosial sempat viral oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung  jawab, jadi kita termasuk jajaran forkopimda menyepakati tidak ada konvoi yang dapat merugikan masyarakat. Apa lagi konvoi brutal yang mengangu lalu lintas lain,” kata Sigit.

Masih menurut Sigit, sejauh ini pihaknya belum mengetahui kegiatan konvoi dalam pengesahan warga PSHT apakah sudah dirancang atau sengaja ada yang mengkoordinir, namun kami jelas tidak merekomendasi terhadap konvoi dalam kegiatan apapun.

“Sebenarnya dalam aturan yang dikeluarkan melarang mereka untuk melakukan konvoi hingga berdampak pada hal-hal negatif, kita sendiri tidak tahu sebenarnya konvoi yang mereka lakukan itu dirancang atau mungkin dirancang orang lain, mereka tidak menyadari hal itu, saya harap dengan koordinasi bersama forkopimda ini bisa menciptakan suasana yang kondusif,” ujarnya.

Penegasan serupa disampaikan Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino, SIK, bahwa tidak ada konvoi atau arak-arakan. Pihaknya meminta para pendekar maupun civitas pencak silat bisa meneruskan dan mensosialisasikan sampai ke tingkat bawah.

“Sangat rentan terjadi gesekan. Kita berupaya bersama-sama agar keamanan di Trenggalek tetap terjaga. Dan Polri akan menindak tegas dan tidak pandang bulu kepada pihak manapun yang mencoba membuat kegaduhan, onar sehingga Kamtibmas Trenggalek menjadi terganggu,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya konvoi, Polres Trenggalek tetap menerjunkan ratusan personilnya. Selain itu Kodim 0806 Trenggalek juga demikian, lalu dari Dinas Perhubungan 30 personil, Satpol PP 100 personil hingga PAMTER PSHT Trenggalek dan Tulungagung berjumlah 500 personil.

Dilain pihak yang tidak kalah penting adalah peran aktip semua pihak, baik itu perguruan-perguruan, ormas, lembaga kemasyarakatan untuk saling bahu membahu menjaga kamtibmas sehinga hal-hal negatip bisa kita minimalisir. Kata kunci yang harus dipedomani semua pihak adalah saling menghormati, menghargai dan perbedaan, keanekaragaman dijadikan dasar sebagai bentuk keindahan. InsyaAlloh jika semua pihak tumbuh rasa kesadaran akan pentingnya kebersamaan dalam sebuah perbedaan kedamaian akan tercipta.

(mj pelitanusantara.com)