Komisi IV Tegaskan  Jantiko dan Maulid Nabi Perlu Dianggarkan

Kefaspelita
IMG 20220807 WA0000

TRENGGALEK – Pembahasan Kebijakan Umum Angaran dan Proritas Plafon Anggaran Sementara KUA-PPAS tahun 2023 terus menjadi prioritas komisi IV bersama Organisasi Perangkat Daerah terkait, Dinas Sosial, Kesra dan Bpbd. Pokok pembahasan dalam rapat kerja hari ini Komisi IV, “meminta terhadap OPD terkait merasionalisasi dalam menentukan kebijakan belanja pegawai agar disisir kembali sisanya untuk belanja modal agar perfoma KUA-PPAS tahun 2023 prosentase belanja modal lebih baik dibanding APBD tahun sebelumnya,” Ucap Sukarodin ketua komisi IV di ruang Banmus, Rabu 3/8/2022.

Dari masing-masing OPD yang membidangi tentu seyogyanya segera menyelelaraskan dengan kondisi anggaran yang ada sehinga dalam penyusunan pos angaran tidak terlihal asal asalan.

Ketua Komisi IV yang juga politisi PKB menyampaikan seperti halnya yang tadi kami lihat di Kesra ternyata juga masih ada temuan beberapa kegiatan yang belum terdanai yaitu, “Jantiko, Maulid Nabi termasuk Riwet untuk Mtq mengingat ini juga merupakan kegiatan rutin maka tentu harus diangarkan. Untuk itu Kersra hendaknya bisa merasionalisasi agar kegiatan-kegiatan rutin bisa teragarkan,” jelas Sukarodin.

Masih lanjut menurut Sukarodin, agar anak anak yang berprestasi dalam segala hal lebih berperan aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan tentu harus ada perhatiyan dari pemeritah satu diantaranya adalah riwet. Agar itu semua bisa terlaksana dengan baik tentunya ya butuh sebuah angaran, disinilah dibutuhkan kejelian dalam menyusun serta menempatkan sesuai porsi kebutuhan dalam menentukan kebijakan anggaran.

Dilain pihak untuk Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) komisi IV masih menemukan mininya alokasi anggaran untuk belanja modal dari total anggaran yang ada senilai empat miliar sekian belanja modalnya diangka delapan jutaan. “Ternyata saat kami cek masih terjadi kelebihan dibelanja gaji ASN dan tenaga penunjang kisaran empat ratus sekiyan juta,  untuk itu dimohon pihaknya untuk merasionalisasi agar sisa tersebut bisa digunakan untuk menambah belanja modal agar tidak lagi terjadi Silpa seperti tahun sebelumnya,” pungkasnya.

(mj pelitanusantara.com).