Asisten Tenaga Ahli P3TGAI Kecamatan Panggul Minim Turba

Kefaspelita
IMG 20220611 WA0061

TRENGGALEK – Dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan sebagai upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat, kegiatan Program Percepatan Peningkatan tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) sebagai kegiatan Padat karya pemerintah yang dalam hal ini Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Brantas terus di tingkatkan.

P3TGAI merupakan pekerjaan pembangunan saluran irigasi tersier yang dikerjakan oleh petani atau penduduk setempat dengan diberikan upah sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama saat menunggu masa panen tiba.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Ngrambingan Kecamatan Panggul Zaenal Arifin Saat dikunjungi media Online Pelitanusantara.Com , Sabtu 11/6/2022.

Arip Ketua P3A Desa Ngrambingan menyampaikan, dalam rangka mendukung, “program kedaulatan pangan dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah Kabupaten Trenggalek ada beberapa kecamatan yang mendapatkan program tersebut satu diantaranya adalah di Kecamatan Panggul,” terangnya.

Untuk tahun ini di Kecamatan Panggul sendiri ada 8 desa yang mendapatkan program P3TGAI diantaranya Desa Banjar, Nglebeng, Sawahan, Mangis, Bodak, Panggul, Kertosono dan Desa ngrambingan.

“Adapun P3A dalam pelaksanaan kegiatan, semua berpathokan terhadap aturan yang telah ditentukan sesuai dengan Desain dan RAB yang kami terima, untuk di Desa Ngrambingan panjang saluran irigasi yang kami kerjakan 265 meter, sedang desa yang lain tentunya menyesuaikan kondisi lapangan, dan anggaran yang diterima setiap desa dengan senilai 195 jt,” kata Arip.

Program P3TGAI ini sangat membantu terhadap para petani di desa kami, selain bisa mendapatkan penghasilan saat menunggu musim panen tentunya juga akan meringankan beban para petani saat musim kemarau karena aliran air irigasi menjadi lancar.

Pihaknya juga menambakan, kegiatan ini selain dari pihak P3A juga melibatkan Team Pendamping Masyarakat (TPM) dan Asisten Tenaga Ahli (ASTA) yang bertugas mendampingi P3A dalam kegiatan tersebut, baik administrasinya ataupun pelaksanaan pembangunan dilapangan secara tehnis.

Kendati demikian peran pihak Asisten Tenaga Ahli (ASTA) juga sangat berpengaruh terhadap kelancaran program P3TGAI ini, karena secara tehnis ASTA yang lebih menguasai.

“Sayang sungguh sangat disayangkan selama kegiatan P3TGAI berjalan, ASTA yang bertugas di Kecamatan Panggul jarang sekali datang kelokasi kegiatan, khususnya di Desa Ngrambingan. Namanya saja sudah lupa siapa karena datang saat pengukuran dan menyerahkan Gambar setelah itu tak pernah sama sekali kelokasi, sebenarnya pingin sekali yang bersangkutan bisa datang kelokasi agar kami dari P3A bisa konsultasi secara tehnis,” pintanya.

Justru TPM yang aktif datang kelokasi untuk membimbing kami dan teman teman yang lain dan dalam satu minggu minimal 3 kali ke lokasi.

“Bukan berarti kami meremehkan TPM tidak, mereka telah banyak membantu kami dalam kegiatan ini, namun ASTA karena juga punya tanggungjawab terhadap kegiatan ini, seyogyanya juga ada rasa peduli tidak hanya sekedar menuntut haknya tapi kewajibanya juga harus dilaksanakan,” tandasnya.

Saat disinggung soal harapan, ketua P3A  menyampaikan semoga masyarakat yang menikmati manfaat bantuan secara langsung khususnya Perkumpulan Petani Pemakai Air, “merasa handarbeni (memiliki) dan ada kesadaran dalam pemeliharaan jaringan irigasi, agar optimal demi untuk meningkatkan produktivitas, selain itu perlu adanya tindakan tegas dari pihak terkait terhadap pelaku kegiatan P3TGAI yang lalai dengan tangungjawabnya, “pungkasnya kepada pelitanusantara.com

(mj pelitanusantara.com)