Jakarta, Pelitanusantara.com – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengikuti simulasi pemberian vaksinasi di Puskesmas Jurang Mangu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten pada Selasa (12/1/2021).
Pantauan InfoPublik, Menteri Johnny melakukan serangkaian proses simulasi sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pada pukul sekitar 14.30 WIB. Ia pun melakukan simulasi dari mulai cuci tangan hingga ketika melakukan vaksinasi.
Menkominfo memastikan, bahwa setiap data pasien yang telah divaksinasi masuk ke dalam sistem Informasi Satu Data Vaksinasi COVID-19. Hal ini penting, agar setiap individu yang menerima vaksin pertama mendapatkan jatah vaksinasi keduanya dalam beberapa pekan depan.
“Melanjutkan vaksinasi tahapan dua yang akan diberikan pada dua pekan ke depan,” ujar Menkominfo.
Melalui sistem di atas, lanjut dia, masyarakat yang telah melakukan vaksinasi akan mendapatkan peringatan kapan jadwal selanjutnya divaksinasi. Dengan begitu, jadwal vaksinasi tahapan kedua dapat dilakukan oleh masyarakat.
“Semua anggota masyarakat tidak perlu takut karena semuanya terjadwal nanti akan ingatkan kapan vaksinasi keduanya,” imbuhnya.
Dalam vaksinasi massal yang dilakukan oleh pemerintah, terdapat tiga aplikasi yang terintegrasi dengan sistem di atas dari berbagai lintas Kementerian atau instansi.
Pertama aplikasi Pedulilindungi yang milik Kementerian Kominfo dan Kementerian BUMN yang memiliki peran registrasi ulang peserta yang terjadwal melakukan suntik vaksin pertama kali. “Digunakan untuk melakukan registrasi ulang bagi masyarakat penerima vaksin,” katanya.
Kedua, aplikasi Primarycare dari BPJS Kesehatan digunakan untuk melakukan pencatatan hasil vaksinasi yang diberikan kepada setiap individu. Sehingga, mengetahui sudah berapa kali suntikan vaksinasi yang diberikan kepada individu.
Ketiga, aplikasi Smile dari kementerian kesehatan dan United Nation Development Program (UNDP) digunakan untuk melakukan monitoring distribusi vaksin dari tingkat provinsi hingga ke setiap fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Adanya aplikasi tersebut akan memastikan ketersediaan vaksinasi bagi masyarakat di manapun berada.
“Sistem tersebut mengintegrasikan data lintas kementerian dan lembaga untuk menghasilkan sistem yang komprehensif. Dari pendaftaran tahap distribusi, tahap pelaksanaan hingga monitoring pelaksanaan vaksinasi pertama dan vaksinasi yang kedua untuk meningkatkan efisiensi,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ia memastikan, penggunaan tiga aplikasi untuk vaksinasi massal aman dari ancaman oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena, pemerintah telah memiliki kebijakan dari dalam melindungi setiap masyarakat yang menggunakan aplikasi tersebut.
“Kebijakan privasi ketika menggunakan tiga aplikasi aman dan masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.(PN)
