TRENGGALEK – Penyaluran Bantuam Langsung Tunai – Dana Desa (BLT-DD) ini sesuai dengan Perpres 104 tahun 2021 tentang rinciang anggaran belanja negara tahun anggaran 2022. Serta merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan nomor 190/ PMK.07/ tahun 2021 tentang pengelolaan dana desa. Sesuai amanah peraturan diatas, pemerintah desa diwajibkan untuk mengalokasikan 40% dana desa untuk BLT-DD.
Menurut Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Joko Susanto, saat mendampingi Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara meninjau penyaluran BLT ini di Desa Besuki, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, alokasi anggaran BLT tahun 2022 senilai Rp. 62.755.908.800.
Saat ini bantuan langsung tunai yang bersumber dari dana desa itu tengah disalurkan. “Mulai disalurkan awal Maret kemarin dan kami harapkan tahap 1 ini bisa selesai tersalurkan pada akhir Maret nanti, ungkap Joko Susanto.
Diharapkan juga oleh mantan Kabag Administrasi Pemerintahan Setda Trenggalek itu, penyaluran bantuan baik yang bersumber dari Kemensos dan Kemendes itu, dapat membantu meringankan beban masyarakat ditengah pandemi.
Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara, saat meninjau penyaluran bantuan ini di Desa Besuki, Kecamatan Panggul. Menuturkan ini waktu yang tepat, untuk meringankan beban masyarakat sekaligus membangkitkan perekonomian masyarakat.
“Alhamdulillah penyaluran BLT Dana Desa, yang berlangsung di Desa Besuki ada 118 keluarga penerima manfaat (KPM). Kita juga bersyukur penyaluran bantuan ini bisa berjalan lancar dan baik,” ungkap Wabup Trenggalek itu, Kamis (10/3/2022).
Saya harapkan dengan penyaluran BLT DD ini, sambung mantan anggota DPRD Trenggalek itu, “bisa menurunkan angka kemiskinan di Trenggalek. Berikutnya ini membawa manfaat untuk perbaikan gizi dan perbaikan perekonomian sehingga masyarakat bisa bertahan dengan baik dimasa pandemi ini,” lanjutnya.
“Harus sama-sama kita ketahui, bantuan BLT DD ini ditujukan untuk perbaikan gizi. Maka dari itu tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang lain. Jadi hanya boleh untuk beli beras, ayam, dan disimpan untuk perbaikan gizi anak-anaknya maupun keluarga,” pungkas Wabup.
(mj pelitanusantara.com)
Sumber : Dokpim Tgalek.
