Sleman, Pelitanusantara.com – Judul khotbah hari ini “7 Perempuan – 1 Laki-laki”, erat sekali hubungannya dengan latar belakang kitab nabi Yesaya yang ditulis kurang lebih 700 tahun BC. Nabi Yesaya bernubuat selama kurun waktu 50 tahun pada masa raja-raja Yehuda yang Bernama Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia. Pada zaman itu kerajaan Assyur mengancam Israel Utara dan akhirnya menghancurkannya sama sekali, sedangkan kerajaan Yehuda di selatan sama sekali tidak belajar dari pengalaman saudara mereka di utara.
Kemerosotan rohani dan moral di Yehuda semakin menjadi-jadi, sehingga nabi Yesaya memberi peringatan-peringatan keras akan adanya bahaya yang mengancam Yehuda. Kemerosotan moral di kalangan masyarakat Yehuda waktu itu tampak jelas dalam Yesaya 3:16-26. Disana dituliskan tentang para wanita Yehuda yang hidup penuh glamour, menekankan penampilan lahiriah yang berlebihan sebagai daya Tarik seksual.
Mereka tidak sadar bahaya sudah diambang pintu Dimana Yehuda akan diserbu dan kalah, sehingga wanita akan susah hidupnya (ay 24-26). Dengan latar-belakang inilah muncul berita tentang 7 wanita dan 1 laki-laki. “Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: “Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami.” Yesaya 4:1.
Kedengannya ayat ini seperti sesuatu yang berbau porno: tujuh wanita mengerubungi seorang pria. Karena ayat ini lain daripada yang lain, Yesaya 4:1 ini sering disalah-artikan. Sebab itu kita harus memberikan penafsiran yang baik tentang ayat ini supaya jangan sampai timbul pengertian yang keliru. Tafsiran yang baik dari ayat ini memberikan dua pengertian:
“Pada waktu itu” – artinya pada waktu Yehuda kalah perang, sehingga begitu banyak pria yang mati sebagai korban, dan keadaan seperti yang dijelaskan dalam ayat ini terjadi secara harafiah.
“Pada waktu itu” – dapat diartikan sebagai suatu hal yang akan terjadi di masa depan yang jauh dari hidup Yesaya, suatu masa depan eskatologis. Hal ini erat kaitannya dengan Yesaya 4:2 yang juga memakai istilah “pada waktu itu”, namun jelas artinya menunjuk ke mas depan eskatologis.
KEADAAN DI AKHIR ZAMAN MENURUT NABI YESAYA
Kurang lebih 700 tahun sebelum Kristus lahir, nabi Yesaya melalui nubuatannya melihat lima keadaa yang akan terjadi di akhir zaman. Hari-hari ini kita sedang melihat apa yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya ini sedang digenapi.
AJARAN SESAT BERTUMBUH PESAT
Dalam Yesaya 4:1 disebutkan tentang tujuh Perempuan. Angka tujuh di dalam Alkitab adalah angka yang menunjukkan sebuah kegenapan. Tujuh Perempuan menyatakan kegenapan semua ajaran-ajaran sesat di atas muka bumi ini ( 2 Timotius 3:1-4). Tuhan Yesus dalam Matius 24:4,5,11,23,24 juga menjelaskan bahwa menjamurnya ajaran-ajaran sesat merupakan satu tanda akhir zaman.
Darimana kita tahu bahwa 7 perempuan ini menggambarkan ajaran sesat? Perhatikanlah apa yang 7 perempuan ini katakana: “Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami.”
Ajaran sesat adalah ajaran yang bersandar pada perbuatan, bukan anugerah – kami akan menanggung makanan kami sendiri.
Ajaran sesat adalah ajaran yang bersandar pada kebenarannya sendiri, bukan yang diberikan oleh Tuhan Yesus – kami akan memakai pakaian kami sendiri.
Ajaran-ajaran sesat tidak mau lebih dari pada hanya sekedar memakai nama Kristus saja. Bukan pengajaran atau teladan Kristus yang mereka inginkan, hanya sekedar nama Kristus saja yang mereka pakai supaya tampak hebat.
Dewasa ini apa yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya menjadi kenyataan. Banyak sekali ajaran-ajaran sesat yang memakai nama Yesus, tapi sebenarnya tidak mengajarkan pengajaran Tuhan Yesus, melainkan ajaran mereka sendiri. Contoh yang disebar luaskan oleh National Georgraphic Society pada bulan April 2006 – Injil Yudas, disamping yang ramai menjadi perdebatan dan memancing dosa kehilangan kasih mula-mula pada umat Kristen dan hamba Tuhan.
Injil Yudas hanya nebeng nama Yesus saja, sebenarnya bukan Injil sama sekal
Ajarannya tepat seperti nubuat Yesaya: menanggung makanan sendiri dan pakai pakaian sendiri. Keselamatan menurut Injil Yudas adalah melalui “pengetahuan Illahi yang serba rahasia” dan Tuhan Yesus juga bukan Juruselamat yang membawa manusia masuk sorga, sebab Yesus hanyalah salah satu emanasi Allah dari Barbelo (tempat khusus illah).
Tubuh itu jahat dan roh itu baik. Roh merana dan sengsara dipenjara di dalam tubuh. Oleh karena itu manusia harus punya “pengetahuan illahi” supaya rohnya bisa lepas dari tubuh. Alkitab mengajarkan bahwa tubuh itu ciptaan TUHAN yang baik. Itulah sebabnya ketika seseorang mati, ada kebangkitan tubuh di akhir zaman.
Fakta tentang Yudas yang Alkitabiah diputar-balikan sehingga Yudas menjadi seorang “pahlawan” yang menjalankan misi Yesus yang hendak melepaskan nyawanya keluar dari tubuh.
TUHAN MENGASIHI UMAT YANG MASUK GOLONGAN SISA
Ditengah-tengah merebaknya segala macam ajaran sesat dan kegelapan yang begitu merajalela di akhir zaman, mata TUHAN tertuju kepada satu golongan yang khusus yaitu “golongan sisa”. Hal inilah yang diungkapkan dalam Yesaya 4:3 – ada sisa umat TUHAN yang hidup kudua. Ide tentang “sisa” ini tidak asing di dalam Alkitab:
Nuh sekeluarga adalah “sisa” 8 orang benar ditengah-tengah masyarakat yang penuh dengan kejahatan.
7000 orang adalah “sisa” yang hidup kudus ditengah-tengah pemberontakan umat Israel di zaman nabi Elia (1 Raja 19:18)
Ada dua ciri utama umat Tuhan golongan “sisa” ini:
Berpegang teguh kepada Tunas TUHAN (Tuhan Yesus Kristus) – Yesaya 4:2. Tidak bergeser sedikitpun dalam segala situasi dan keadaan. Tetap berpegang teguh kepada ajaran Alkitabiah yang benar tentang Kristus.
Hidup dalam kekudusan, menjadi umat Tuhan yang bercahaya seperti bintang, sesuai dengan Filipi 2:15:
- Tidak beraib (amemptos) – dalam hubungan dengan dunia
- Tidak bernoda (akeraios) – dalam hubungan dengan diri sendiri
- Tidak bercela (amomos) – dalam hubungan dengan Tuhan
Keadaan akhir zaman seperti inilah yang dinyatakan dalam kitab Wahyu 22:11, sebagai berikut: “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah terus menguduskan dirinya.”
TUHAN MEMELIHARA UMAT-NYA SAMPAI AKHIR
Pemeliharaan dan penyertaan Tuhan atas umat-Nya dari golongan “sisa” ini diungkapkan dengan indah dalam Yesaya 4:5-6:
Awan pada waktu siang dan api pada waktu malam. Ini mengingatkan kita pada Tabernakel Musa di padang gurun ketika umat Israel mengembara 40 tahun lamanya.
Penyertaan Tuhan atas umat-Nya dinyatakan dengan Gambaran pondok tempat bernaung pada waktu siang dan perlindungan terhadap angin rebut dan hujan.
Panas terik dan hujan yang diungkapkan dalam ayat-ayat ini menjelaskan bahwa perjalanan umat Tuhan menuju ke sorga itu tidak akan mulus-mulus saja tanpa hambatan. Akan ada tantangan dan kesulitan, tetapi Tuhan tetap menyertai umat-Nya sehingga masuk sorga dengan selamat. Ingat kata-kata Yesus – “Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” Matius 24:13
Abah Daniel
