Dr. Janet A. Stanzah, Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, “SAMPAH DAN SEGALA PERMASALAHAN NYA DI KOTA BEKASI”

  • Bagikan

 

Pelitanusantara.com – Kota Bekasi, 19 November 2021  |Kota Bekasi memang di kenal erat dengan sampah dan segala per-masalahannya. Tidak saja menjadi tempat pembuangan sampah yang berasal dari masyarakat kota Bekasi sendiri namun  juga menjadi tempat pembuangan sampah dari kota Jakarta.

1.800 ton volume sampah baru yang masuk ke TPA bantar gebang setiap harinya, namun belum tampak langkah kongkrit perintah Bekasi untuk mengatasi masalah sampah yang sudah menggunung itu, tidak saja menimbulkan polusi udara yang luar biasa namun juga polusi tanah dan air tanah serta ancaman berbagai penyakit bagi penduduk sekelilingnya.

Ternyata Bantar Gebang bukan satu-satu-nya tempat pembuangan akhir sampah, ada juga Bantar Gebang lain yang ada di Kota Bekasi yakni di kelurahan Jatiwari-ngin Pondok Gede RT. 04 RW. 02 pun menjadi lahan pembuangan sampah yang ditimbun bertahun tahun selama hampir 25 tahun ini.

Merespon keluhan warga saat reses beberapa hari lalu mengenai timbunan sampah di kelurahan Jatiwaringin, dr Janet segera meninjau langsung ke lokasi didampingi petugas UPTD Lingkungan hidup, Ketua RW. 02 dan beberapa orang kelompok pemerhati lingkungan hidup. Kunjungan ini adalah kali ke 2, di mana dr Janet pernah meninjaui 2,5 tahun lalu saat masa kampanye tahun 2018.


Dr Janet menyoroti petugas TKK yang bekerja tanpa dilengkapi dengan APD yang memadai seperti sarung tangan plastik, sepatu booth penutup kaki maupun pakaian pelindung.

“Miris, kasihan dan memilukan sekali me-lihat para petugas TKK Lingkungan hidup bekerja secara bersentuhan langsung dengan sampah tanpa alat pelindung. Hal ini sangat berdampak dengan kesehatan orang tersebut,” ungkap dr Janet.

Anggota Komisi III DPRD kota Bekasi ini mendesak aparat pemerintah tingkat keca-matan Pondok Gede untuk segera meng-ambil langkah konkrit dalam upaya meng-atasi masalah sampah di kelurahan Jati-waringin tersebut sebab apabila penangan-an Sampah di kota Bekasi ini tidak dita-ngani secara serius baik oleh Pemerintah kota Bekasi dan Masyarakat maka kota ini akan semakin Rawan terjadinya banjir dan menjadi sumber penyakit.

Memang persoalan penanganan sampah di Indonesia ini masih menjadi pekerjaan “Rumah Tangga” yang besar mengingat negara Indonesia saat ini masih menjadi Penyumbang Sampah Terbesar Di Dunia. Untuk itu pemerintah republik Indonesia melalui UU No. 18 tahun 2008 tentang penyelenggaraan pengelolahan sampah menyatakan bahwa sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelo-laannya perlu dilakukan secara kompre-hensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, aman bagi ling-kungan serta dapat mengubah perilaku masyarakat.

“Dalam pengelolahan sampah diperlukan kepastian hukum, kejelasan tanggung jawab dan kewenangan pemerintah, pemerintahan daerah serta peran masyarakat dan dunia usaha sehingga pengelolahan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif dan efisien, papar dr Janet Ketua PAC PDI Perjuangan Pondok Gede.


Sebagian besar masyarakat masih meman-dang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan.

Paradigma pengelolaan sampah yang ber-tumpu pada pemindahan dan penumpuk-an sampah ke tempat lain haruslah diting-galkan dan diganti dengan paradigma baru pengelolaan sampah yang meman-dang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis, dapat dimanfaat-kan.

Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) merupakan sistem pengelolaan dan teknologi pengolahan sampah yang dimaksudkan sebagai solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan dampak yang ditimbulkannya dimana pengelolahan sampah ini meliputi kegiatan pembatasan/pengurangan sampah, peng-gunaan kembali serta pendauran ulang.

“Untuk itu peran serta masyarakat bersama aparat pemerintahan daerah mulai tingkat RT, RW, Lurah dan camat sangat menentukan suksesnya program TPS3R karena pemisahan sampah haruslah dimulai dari pemisahan sampah rumah tangga dan untuk itu perlu dilakukan edukasi yang terus menerus, himbau dr Janet Bendahara Fraksi PDI Perjuangan.

Untuk mengatasi timbunan sampah baru di wilayah Jatiwaringin, dr Janet menya-rankan pihak pihak terkait untuk melaku-kan penutupan wilayah agar tidak ada lagi orang yang membuang sampah di daerah tersebut serta menghimbau agar aparat pemerintah setempat bekerja sama dengan masyarakat, kader PKK, Posyandu untuk segera membuat panitia pengelo-laan sampah tingkat kelurahan dan melakukan edukasi serta kampanye pemilahan sampah Rumah tangga organic dan anorganik. Dengan demikian pengangkutan sampah akan lebih mudah dimana masing masing sampah sudah dipisahkan sesuai jenisnya jenisnya untuk dapat digunakan kembali seperti untuk menjadi pupuk/kompos, makanan ternak (ternak maggot) atau yang dapat didaur ulang menjadi energy atau menjadi bahan baku industry lain yang mana sampah sampah tersebut tidak saja dapat menambah perekonomian keluarga bahkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, urai dr Janet Stanzah pemilik Klinik Kecantikan Janet Aprilia Stanzah mengakhiri wawancara. Harts

  • Bagikan