Aktivis Mempersoalkan Harga Bahan Pangan Program Sembako di e-Warong Se_Kecamatan Patia

  • Bagikan

PANDEGLANG – PELITANUSANTARA.COM Aktivis Peleton Pemuda mempersoalkan mengenai Harga Jenis bahan pangan yang disalurkan e-Warong se_Kecamatan Patia kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

Persoalannya tersebut lantaran ditemukan kejanggalan dalam penyaluran Program Sembako yang merupakan pengembangan dari program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) di wilayah Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

Dalam jumpa persnya pada Minggu, 14 November 2021, Aris Doris Ketua Aktivis Peleton Pemuda menyampaikan bahwa harga bahan pangan yang dibeli Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Elektronik Warung Gotong Royong (e-Warong) yang merupakan Penyalur Bahan Pangan kepada KPM terindikasi ada Mark-up harga.

“Ada dua jenis komoditas bahan pangan seperti buah jeruk dan kacang hijau harganya tidak wajar melebihi batas untuk jeruk Rp 24 ribu dari harga pasar Rp 17 ribu sedangkan kacang hijau mencapai Rp 14 ribu 1/2 dari harga pasar Rp 7 ribu,” kata Aris Doris  kepada awak media

Dikatakan Doris, bukan hanya harga yang melebihi batas (terjadi penggelembungan/mark-up), dalam penyaluran tidak mengacu kepada pedoman umum seperti komoditas jenis beras diberikan tidak tepat waktu.

“Bukan hanya harga yang menjadi persoalan (diatas harga pasaran), komoditas bahan pangan seperti beras disalurkan secara dicicil, apa itu sesuai perum?,” terang Doris.

Doris menyebut, oknum supplier selaku pengadaan bahan pangan telah mendzolimi masyarakat (penerima manfaat), hal itu sesuai dari kajian ilmiah mengenai harga pasar sesuai dari hasil observasi ada ketidak seimbangan antara harga komoditas yang dijual oknum dengan harga pasar.

“Ada oknum supplier yang melakukan bisnis kemiskinan, dengan sengaja mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi pada program Sembako di Patia,” ucap Ketua Peleton Pemuda.

Ia meminta kepada Tim Pengendali Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial Program Sembako blacklist oknum supplier agar tidak lagi melakukan praktik bisnis kemiskinan, dan ikuti pedoman umum, sehingga masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih jenis komoditas bahan pangan pada program Sembako di e-Warong.

“Biarkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memilih jenis bahan pangan sesuai dengan kebutuhan, dan tidak ada lagi supplier nakal yang menjadikan e-Warong seperti sapi perah yang hanya dijadikan korban dari kepentingan mencari keuntungan untuk pribadi,” tutur Doris.

Ia berharap Program Sembako yang merupakan pengembangan dari program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) memberikan Jenis bahan pangan yang dapat dibeli Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yaitu sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati maupun
vitamin dan mineral.

“Perluasan jenis komoditas bahan pangan yang dapat dibeli KPM di e-warong merupakan upaya dari  Pemerintah untuk memberikan akses KPM terhadap bahan pokok dengan kandungan gizi, serta Program Sembako diharapkan dapat memberikan pilihan dan kendali kepada KPM dalam menentukan jenis, kualitas, harga dan tempat membeli bahan pangan,” papar Doris. ( Nena )

  • Bagikan