HANCURNYA SEBUAH PERADABAN OLEH SEBUAH BERHALA

  • Bagikan

Pelitanusantara.com | Suara Kebenaran Injil Hari Ini; Hakim-hakim 18:19-20, “Tetapi jawab mereka kepadanya: “Diamlah, tutup mulut, ikutlah kami dan jadilah bapak dan imam kami. Apakah yang lebih baik bagimu: menjadi imam untuk seisi rumah satu orang atau menjadi imam untuk suatu suku dan kaum di antara orang Israel?” Maka gembiralah hati imam itu, diambilnyalah efod, terafim dan patung pahatan itu, lalu masuk ke tengah-tengah orang banyak.”
*HANCURNYA SEBUAH PERADABAN OLEH SEBUAH BERHALA*
Orang Lewi yang menjadi Imam bagi keluarga Mikha, hari ini kita ketahui adalah cucunya Musa yang begitu terikat pada patung dan peralatan ibadah buatan Mikha yang tidak sejalan dengan firman Tuhan.
Ia juga mengutamakan popularitas diri sehingga “gembiralah hatinya” (Hakim-hakim, 18:20) ketika ditawari posisi yang lebih glamor.
Ia mengabaikan keluarga Mikha yang telah menganggapnya seperti keluarga sendiri ketika ia masih terlunta-lunta (Hakim-hakim, 17:9-11). Sebagai orang Lewi, ia telah mengabaikan panggilan untuk hidup sebagai wakil Tuhan.
Bilangan 26:43, telah mencatat bahwa ada 64.400 orang dari suku Dan yang sanggup berperang. Maka, 600 orang bersenjata dari Dan di kisah ini tampaknya bukanlah seluruh suku, melainkan hanya satu keluarga besar sehingga mereka hanya memerlukan satu kota. Dari sikap mereka, kita memiliki gambaran bagaimana orang Israel hidup pada masa “tanpa raja dan tanpa Tuhan” ini. Masih ada sisa-sisa pengajaran Musa sehingga mereka masih menghargai posisi suku Lewi sebagai imam, tetapi mereka tidak peduli bagaimana Tuhan sesungguhnya ingin disembah di dalam kekudusan-Nya, dengan tata cara yang dengan jelas telah Ia gariskan melalui Musa. Mereka mencari Tuhan, tetapi dengan cara mereka sendiri dan bukan mengikuti apa yang Tuhan firmankan kepada generasi pendahulu mereka.
Apa yang dicatat dalam Kitab Hakim-hakim ini membuka jalan bagi lembar-lembar lebih gelap dalam sejarah Israel kelak. Dan kemudian hari menjadi pusat penyembahan yang berperan penting. Sesudah Kerajaan Salomo kelak terpecah menjadi dua [931 SM], Dan ditahbiskan menjadi pusat penyembahan resmi dari Raja Yeroboam I yang murtad itu. Dengan kata lain, oleh kitab ini ditelanjangi asal dari penyembahan sesat Israel, yaitu pencurian berhala oleh Dan dan pelayanan yang dilakukan oleh seorang nabi sesat. Pst.harts

  • Bagikan