HARI SABAT, Simbol Dari Perjanjian

  • Bagikan

Pelitanusantara.com | Suara Kebenaran Injil Hari Ini | Keluaran 31:16-17, “Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.
*HARI SABAT, Simbol Dari Perjanjian*
Mengenai “Hukum Sabat” sejak awal Tuhan sudah berikan kepada bangsa Israel sebelum hukum-hukum lain, untuk menyiapkan mereka sebagai umat-Nya (Keluaran 16:23).

Hukum Sabat, Tuhan sisipkan dalam hukum tentang perbuatan baik dan buruk, dalam perintah keempat. Hukum Sabat juga sudah ditambahkan oleh Tuhan ke dalam hukum peradilan (Keluaran 23:12). “Dan di sini hukum Sabat ditambahkan ke dalam bagian pertama dari hukum keupacaraan,” karena pemeliharaan hari Sabat memang merupakan pagar dari hukum Taurat secara keseluruhan. Apabila hari Sabat tidak dipelihara dengan kesadaran hati nurani, maka selamat tinggallah kesalehan. Sebab, dalam hukum tentang perbuatan baik dan buruk, hukum Sabat berdiri di tengah-tengah di antara dua loh batu.
Jadi peringatan ini ditambahkan di sini tepat pada waktunya. Sesungguhnya, atau akan tetapi, hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara.
Kristen merayakan “Hari Tuhan” pada Hari Minggu, sebab pada hari pertamalah Tuhan Yesus bangkit dari kubur (Yohanes 20:1; 19). Orang  percaya merayakan Hari Tuhan bukan dengan muka muram tetapi dengan sukacita. Tentu kita memulai hari itu dengan memuji Tuhan dalam ibadah di gereja. Pokoknya satu hari dalam seminggu itu kita berpesta dengan Tuhan. Kristen bukan saja harus merayakan itu sendiri, tetapi juga memastikan bahwa orang yang bekerja padanya pun beristirahat teratur. Haleluyah, amen. Pst.harts

  • Bagikan