PENGUDUSAN Dari ALLAH Oleh KEMURAHANNYA

  • Bagikan

Pelitanusantara.com | Suara Kebenaran Injil Hari Ini | Keluaran 22:29, “Janganlah lalai mempersembahkan hasil gandummu dan hasil anggurmu. Yang sulung dari anak-anakmu lelaki haruslah kaupersembahkan kepada-Ku.”
PENGUDUSAN ALLAH DENGAN KEMURAHAN
Sebuah hukum mengenai persembahan hasil-hasil pertama mereka kepada Allah (Keluaran 22:29-30). Hal itu sudah ditetapkan sebelumnya (Keluaran 13), dan firman Tuhan diulangi lagi: Yang sulung dari anak-anakmu lelaki haruslah kau persembahkan kepada-Ku.

Dan jauh lebih beralasan lagi bagi kita untuk mempersembahkan diri kita sendiri, dan segala yang kita miliki, kepada Tuhan Allah, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua.” Yang pertama matang dari gandum tidak boleh ditunda untuk  persembahkan. Ada bahayanya, jika kita menunda kewajiban kita, janganlah kita menghilangkan kewajiban itu. Dan dengan melewatkan kesempatan pertama, dalam menantikan kesempatan lain, maka kita membiarkan Iblis menipu kita dalam semua waktu yang kita punya. Janganlah orang-orang muda menunda mempersembahkan kepada Allah hasil-hasil pertama dari waktu dan kekuatan mereka, supaya jangan sampai dengan menunda-nunda, mereka akhirnya justru menolak untuk memberi persembahan, karena tipu daya dosa dan karena waktu yang lebih tepat yang mereka janjikan kepada diri mereka sendiri tidak pernah datang.
Ketika kita menghayati panggilan Tuhan untuk hidup secara kudus, kita perlu mengingat bahwa kekudusan yang Tuhan inginkan bukanlah kekudusan dalam wawasan yang sempit, yang memandang kekudusan sebagai keunggulan yang membedakan kita dari orang lain. Dengan cara pandang seperti ini, maka segala bentuk persembahan sulung bukanlah karena Tuhan memerlukan semuanya itu. Hosea 6:6, “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.”
Saudaraku, segala bentuk dari persembahan adalah cara Tuhan menguduskan kita untuk menjadikan kita umat-Nya yang memelihara kekudusan. Haleluyah, amen. Pst.harts

  • Bagikan