ALLAH PENGEDALI SEGALA SESUATU

  • Bagikan

Pelitanusantara.com Keluaran 10:22-23, “Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari. Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.

ALLAH MENGEDALI SEGALA SESUATU
Kegelapan itu begitu pekat sehingga orang dapat meraba gelap itu (Keluaran 10:21), terasa dalam penyebabnya di ujung jari (sedemikian pekatnya kabut itu), terasa dalam pengaruhnya di mata menurut pendapat beberapa orang, yang terasa pedih dan semakin sakit karena digosok-gosok.

Maka tidak diragukan lagi bahwa peristiwa ini membuat mereka sangat ketakutan. Awan belalang yang sebelumnya menutupi seluruh permukaan bumi (Keluaran 10:15), tidak ada apa-apanya dibanding tulah ini. Menurut cerita orang Yahudi turun-temurun, di dalam kegelapan ini terdapat penampakan roh-roh jahat yang sangat membuat orang Mesir ketakutan, atau lebih tepatnya oleh bunyi-bunyi dan suara-suara menggumam menakutkan yang mereka keluarkan sendiri, atau (yang tidak kalah menakutkannya) oleh kengerian yang diakibatkan hati nurani mereka sendiri. Menurut pendapat beberapa orang, untuk tujuan inilah tulah itu diadakan sebab bila tidak, hal ini tidak akan disebutkan: Ia melepaskan kepada mereka murka-Nya yang menyala-nyala, kegemasan, kegeraman dan kesesakan, suatu pasukan malaikat yang membawa malapetaka (Mazmur 78:49).

Kegelapan itu berlangsung tiga hari. Menurut Uskup Hall, enam malam dijadikan satu. Begitu lama mereka dikurung di dalam belenggu kegelapan itu, sedangkan segala istana yang tadinya terang benderang berubah seperti penjara di bawah tanah. Tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya (Keluaran 10:23).

Firaun dan rakyatnya telah memberontak terhadap terang firman Allah yang disampaikan Musa kepada mereka. Oleh sebab itu sungguh adil apabila mereka dihukum dengan kegelapan, sebab mereka memang menyukai dan lebih suka memilihnya. Namun pada saat yang sama, di tempat orang Israel ada terang di tempat kediamannya (Keluaran 10:23). Tidak saja di tanah Gosyen, tempat sebagian besar dari mereka tinggal, tetapi juga di tempat kediaman orang-orang Israel yang tersebar di antara orang Mesir.

Saudaraku, kegelapan yang melanda Mesir memang mengerikan. Tetapi jauh lebih mengerikan kegelapan yang menutupi hati dan pikiran orang berdosa seperti Firaun. Tidak ada yang bisa menyingkapkan kegelapan seperti itu, kecuali anugerah Allah. Hanya darah Kristus yang bisa membasuh dosa sepekat itu. Haleluyah! Pst.harts

  • Bagikan