Profil Cawapres Paslon 03 “Mahfud MD”

Kefaspelita
Mahfud Sri Mulyani Klarifikasi Transaksi Janggal Rp 349 Triliun Kepada Dpr Agung Pambudhy Detikcom 1 169
Spread the love

Jakarta,Pelitanusantara.com Pemilihan umum dan pemilihan presiden (pilpres) 2024 tinggal menunggu hitungan hari. Tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dengan beragam latar belakang pendidikan dan jalur karier akan bertarung di pilpres 2024.

Tiga paslon capres yang akan bertarung di pilpres adalah Anies Baswedan yang akan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto menggandeng Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo dengan Mahfud MD.

Berikut profil lengkap masing-masing cawapres

Mahfud MD

Moh. Mahfud MD saat ini merupakan akademisi dan profesional yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada Kabinet Indonesia Maju.

Sebelumnya Mahfud MD pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 dan Menteri Pertahanan pada tahun 2000-2001. Mahfud digandeng sebagai calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo.

Latar Belakang Keluarga
Mahfud lahir di Sampang, Madura pada 13 Mei 1957 dari pasangan Mahmodin dan Suti Khadidjah.

Inisial MD di belakang namanya berasal dari nama ayahnya, karena ada dua orang anak SMA yang bernama sama Mahfud, sehingga ditambah MD untuk membedakannya.

Mahfud kecil tumbuh di lingkungan taat beragama. Ia juga diajari sopan-santun secara keras. Mahfud kecil juga dididik keras soal agama. Karena di Madura, tentu saja ajaran Islam yang ditanamkan orang tuanya ialah Islam ala Nahdlatul Ulama (NU).

Pendidikan

Berdasarkan informasi dari website Menkopolhukam dan Universitas Islam Indonesia (UII), setelah menyelesaikan sekolah dasar (SD) di Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura, Mahfud melanjutkan studinya di Sekolah Guru Agama Nasional (PGAN) di Pamekasan, Negeri Madura, dan dilanjutkan selama tiga tahun di Pendidikan Hakim Islam Nasional (PHIN) di Yogyakarta.

Ketika masuk ke jenjang perkuliahan, Mahfud kuliah di dua universitas sekaligus. Ia merupakan lulusan Jurusan Sastra Arab Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Jurusan Hukum Publik UII, Yogyakarta.

Setelah menyelesaikan kuliahnya dan berhasil mendapatkan gelar Sarjana Sastra Arab di UGM dan Sarjana Hukum Tata Negara di UII, Mahfud melanjutkan kuliahnya dan mengambil S2 Ilmu Politik di UGM.

Pada 1989, Mahfud menyelesaikan kuliah magisternya dan mendapat gelar Magister Ilmu Sosial dan Politik di UGM.

Tak hanya sampai disitu saja, Mahfud kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yakni S3 atau Doktor. Pada 1993, Mahfud pun mendapat gelar Doktor Ilmu Hukum dan Tata Ngeara dari Fakultas Hukum UGM.

Karir

Berdasarkan informasi dari website Menkopolhukam dan UII, Mahfud dari 1984 hingga kini masih menjadi dosen tetap Fakultas Hukum UII. Sebelum menduduki pemerintahan, Mahfud sempat menjadi Pembantu Rektor I UII dari 1994- sampai 2000.

Saat memegang jabatan tersebut, ia juga menjadi anggota Panelis dan Asesor, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dari 1997 sampai 1999.Setelah itu, barulah Mahfud mulai terjun dalam dunia politik secara perlahan.

Di dunia Politik, pertama kali Mahfud menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt.) Staf Pakar dan Deputi Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia (HAM) selama satu tahun.

Setelah itu, Mahfud menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia periode 2000-2001 atau masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur.

Dengan menjabat sebagai Menhan, Mahfud MD masuk dalam Kabinet Persatuan Nasional susunan Gus Dur. Ia menggantikan Juwono Sudarsono yang sebelumnya menjabat sebagai Menhan RI pada 1999-2000. Padahal dari pendidikannya, Mahfud tak dekat dengan bidang militer.

Mahfud MD mengemban jabatan sebagai Menhan RI hingga 20 Juli 2001 seiring dengan lengsernya Gus Dur dari kursi kepresidenan.

Setelah menjabat sebagai Menhan era Kepresidenan Gus Dur, Mahfud kemudian menjabat sebagai Anggota Komisi III DPR RI sekaligus menjadi Wakil Ketua Badan Legislatif periode 2004-2008.

Kemudian pada 2008-2013, Mahfud menjabat sebagai Mahkamah Konstitusi (MK). Saat itu, Mahfud menggantikan Jimly Asshiddiqie dalam pemungutan suara sembilan hakim konstitusi di Gedung MK Jakarta.

Terakhir, Mahfud MD dipercaya oleh Presiden Jokowi sebagai Menkopolhukam di Kabinet Maju hingga sekarang.

(Red)

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!