Menganiaya Orang yang Percaya pada Kristus, artinya Menganiaya Kristus

Banten, Pelitanusantara.com (14/02/2021) –  “Kita adalah tubuh Kristus. Sebagai satu tubuh Kristus, idealnya memiliki hubungan yang harmonis satu dengan yang lainnya. Namun, yang membuat terjadinya ketidak harmonisan adalah adanya perbedaan. Perbedaan kepribadian, cara pandang yang berbeda, bahkan selera juga berbeda dengan yang lainnya”. Pernyataan tersebut merupakan cuplikan Khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Michael Hendry Lumanauw, S.Th., S.H., M.Th. dalam ibadah Minggu di Gereja Kristen Alkitab Indonesia, Jemaat Gading Serpong (14/02/2021).

Pdt. Michael, biasanya begitu beliau disapa, menekankan pada jemaat agar perlu memahami tubuh Kristus secara baik dan menjaganya supaya tetap hamonis. “Berbagai macam anggota, bentuk dan berbagai macam fungsinya. Oleh karena itu, Tubuh Kristus penting untuk kita pahami dan kita jaga. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita (1 Korintus 12:26)”, jelasnya.

Dijelaskan juga, mengapa penting menjaga dan merawat tubuh Kristus, karena orang percaya atau Kristen ada di dalam Yesus atau satu di dalam Yesus, sehingga apabila memperlakukan orang yang percaya pada Kristus dengan tidak baik, maka ia sedang melakukan tindakan yang tidak baik bagi Kristus. Hal ini dipertegas oleh Pdt. Michael dengan mengutip Kisah Para Rasul 9:4, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” “Ini menunjukkan bahwa ketika Saulus menganiaya orang yang percaya pada Kristus, pada saat yang bersamaan, dia sedang menganiaya Kristus” terangnya.

Dalam hal ini, Kristen bukanlah sekedar beragama Kristen, melainkan orang yang sudah sungguh-sungguh percaya, yang oleh Roh Kudus telah dibaptis ke dalam Tubuh Kristus. Artinya orang yang sungguh-sungguh percaya adalah orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya melalui tuntunan Roh Kudus.

Gembala GKAI Jemaat Kasih Allah, Setu ini, menyampaikan bagaimana menjaga dan merawat tubuh Kristus, yaitu menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus (Filipi 2:5). “Apa yang kita pikirkan, maka akan kita lakukan. Semua tindakan yang terjadi berawal dari pikiran”, tegasnya.

“Perasaan sangat penting dan sangat memengaruhi kehidupan manusia. Seperti pernyataan Yesus yang banyak ditemukan dalam Perjanjian Baru, “tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka” (Misalnya, Matius 9:36; Matius 14:14; Markus 8:1-2, Lukas 7:13) Ungkapan perasaan Yesus yang tergerak oleh belas kasihan, perlu kita miliki sebagai jemaat Tuhan”, tambahnya.

Pada paparan penutupnya, Pdt. Michael menegaskan kembali kepada jemaat GKAI Gading Serpong dengan mengutip Kolose 3:14 agar tubuh Kristus bisa tetap harmonis “di atas semuanya itu kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnkan. Kita ini adalah Tubuh Kristus. Jikalau kita melakukan hal yang tidak baik pada umat Kristen lainnya, itu sama saja dengan melakukan yang tidak baik bagi Kristus. Oleh karena itu, perlakukanlah seluruh umat Tuhan dengan kasih. Gereja adalah tempat untuk mendemonstrasikan kasih Kristus”, tutupnya. APM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *