Maraknya Informasi Terkait Rendahnya Kwalitas Sepatu dan Tas Program BSM , Dinas Panggil Para Penyedia/Vendor

anwarmnr123
Screenshot 2022 05 25 22 22 56 827 com.miui.gallery
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Tulungagung – Maraknya desas desus kwalitas Sepatu yang kurang baik terkait dengan progam BSM di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dilingkungan Dinas Pendidikan kabupaten Tulungagung. Awak media ini kemudian melakukan Konfermasi dan klarifikasi kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung,dan diterima Sekdin Saifudin Juhri .

Dalam wawancara Sekdin menyampaikan bahwa terkait berita tersebut sangatlah membuat kaget dirinya, kalau sepatu yang diterima oleh siswa siswi kwalitasnya sangat jelek dan bisa didapatkan disalahsatu pasar atau toko di Tulungagung dan lebih murah,” ungkapnya. Dan untuk menindaklanjuti hal ini,kepada awak media menyampaikan dinas pendidikan, pada hari ini ,rabu (25/05/2022) sudah memanggil beberapa penyedia/vendor yang mengerjakan pengadaan Sepatu dan Tas sekolah dan dikumpulkan di KPRI Kecamatan Gondang untuk klarifikasi , konfermasisekaligusmempertanggungjawabkan terkait hal ini.Dan kepada media ini sekaligus dipersilahkan untuk melakukan liputan.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Selanjutnya, bertempat dikantor KPRI kecamatan Gondang, terlihat hadir beberapa perwakilan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Tulungagung yang diwakili Sekdin ,Kabid SMP dan Kabid SD ,sedangkan dari Penyedia terlihat ada kurang lebih 4 (empat) orang penyedia/Vendor yang hadir juga dihadiri Ketua KPRI Kec Gondang.

Dalam pertemuan tersebut Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang diwakili Sekdin Disdikpora Saifudin Juhri langsung mempertanyakan terkait Kwalitas Sepatu dan Tas yang sekarang informasi beredar kwalitasnya sangat tidak baik, bahkan sangat mudah didapatkan dipasaran dan harga lebih murah. Terkait hal ini salah satu Penyedia/Vendor menjawab bahwa hal ini sangat tidak mungkin, kita bisa mempertanggungjawabkan bahwa produknya betul betul buatan pabrikasi ,kwalitas juga dijamin seusai spek dan yang pasti harga produk ini kalau dijual di pasaran akan lebih mahal dengan kwalitas yang sama, kalaupun ada yang beredar di dipasaran yakin itu mungkin hanya mirip baik dari warna atau model,tapi kalau dari segi kwalitas ,saya bisa menjamin,” ungkap salah satu vendor.

Kesimpulan dari sidak dan pertemuan ini Saifudin Juhri menegaskan ,apabila Vendor bermain main dengan kwalitas dan terbukti dipasaran ada dan sama kwalitasnya tapi lebih murah,berarti itu akan menjadi masalah untuk vendor itu sendiri dan harus dipertanggungjawabkan ,karena yang akan dirugikan Dinas Pendidikan,” ungkapnya.
(AM).