Trenggalek- Kelurahan Kelutan Kecamatan Trenggalek, salah satu wilayah terparah banjir bandang. Ada 3500 jiwa dan sekitar 1300 Kepala Keluarga yang terdampak banjir bandang. Serta ribuan rumah terendam banjir.
Hal itu disampaikan Lurah Kelutan Pamuji Rohmad disela-sela pemantauan banjir diseputara jalan raya Sukarno Hatta (jalur nasional) menuju pusat kota, Selasa 18/10/2022.
Pamuji memaparkan, banjir hari ini lebih besar dibanding tahun 2016 terlihat dari titik tanda sebagai kontrol banjir yang dipasang.
“Namun Alhamdulillah untuk banjir saat ini tidak ada korban jiwa mungkin karena banjirnya sudah pagi. Barbeda dengan banjir tahun 2016 Kelurahan Kelutan ada korban tiga jiwa itu salah satu penyebabnya karena saat itu banjir terjadi malam hari,”ungkapnya
Hal yang menjadi faktor utama penyebab banjir adalah kurang kuatnya tanggul di sungai Ngasinan. Karena sekalipun di wilayah Kelurahan Kelutan tidak hujan namun jika wilayah Karangan, Tugu, Suruh hujan lebat dan tanggul di sungai jebol paslih banjir masuk ke pekarangan warga.
“Dalam kondisi banjir yang seperti ini selain dibutuhkan relawan untuk evakuasi warga terdapak yang paling utama adalah bantuan makanan. Karena ada sekitar 3500 jiwa warga kami yang hari membutuhkan bantuan utamanya makanan dan air mineral,” pintanya.
Pamuji menambahkan sebenarnya banjir yang terjadi pada hari ini bukan hanya di Kelurahan Kelutan saja, Kelurahan Tamanan juga mengalami banjir.

Agus (36) warga setempat saat ditemui awak media mangatakan, sempat panik saat banjir mulai menaik apalagi rumah ada di dataran rendah, ada orang tua dan anak balita yang perlu dievakuasi. Dirinya juga membenarkan banjir yang terjadi ini selain memang hujan semalaman yang terjadi dengan insentitas tinggi jebolnya tanggul sungai Ngasinan juga menjadi faktor utama penyebab banjir di Kelutan.
“Kami tak berpikir apa-apa yang penting anak dan orang tua selamat, soal harta benda bisa dicari,” ungkapnya.
Dalam hitungan menit saat tem evaluasi datang kami merasa plong anak dan orang tua bisa terselamatkan.
“Banjir hari ini cukup besar dibanding tahun sebelumnya, namun karena waktunya pagi tidak begitu menimbulkan kepanikan warga,” pungkasnya.
(MJ Pelita Nusantara)
